KONSEP BISNIS

  1.     Bisnis atau Perusahaan.
               Suatu badan hukum yang menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan pelanggaran. Banyak perusahaan seperti Unilever, Indofood, mengembangkan produknya untuk pelanggan. Begitu juga perusahaan penerbangan, restoran, hotel, merupakan bentuk bisnis yang memberikan jasa. Jenis organisasi penyedia jasa termasuk perusahaan agen perjalanan, jasa pelayanan kesehatan, dan perusahaan jasa akuntansi.mengelola bisnis pelayanan jasa dapat sangat menantang dan menguntungkan seperti halnya mengelola bisnis yang  menghasilkan produk.
               Bisnis dapat didefinisikan berbagai macam, sebagaimana disebutkan  menurut berbagai pendapat sebagai berikut :
·         Bisnis menurut School (1996) adalah, aktifitas yang diorganisasi dan diatur untuk menyediakan barang dan jasa untuk para konsumen dengan tujuan mencari laba.
·         Bisnis menurut Griffin Ebert (1999) adalah, suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa dan dibuat untuk mendapatkan laba.
·         Bisnis menurut KBBI adalah, bisnis diartikan sebagai usaha dagang, usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha.
·         Bisnis menurut Skinner (1992) adalah, pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat.
·         Bisnis menurut Straub dan Artner (1994) adalah, suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang atau jasa yang diinginkan oleh para konsumen untuk memperoleh profit.
              Dari semua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi atau pelaku bisnis dalam bentuk :
1.      Memproduksi dan atau mendistribusikan barang dan atau jasa.
2.      Mencari profit.
3.      Mencoba memuaskan keinginan konsumen.

                                                                                                                                          

2.   Bisnis Islami.
          Setiap manusia memerlukan harta untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Karenanya, manusia akan selalu berusaha mempeoleh harta kekayaan itu. Salah satunya melalui bekerja, sedangkan salah satu dari ragam kerja adalah berbisnis. Islam mewajibkan seorang muslim, khususnya yang memiliki tanggungan untuk bekerja. Bekerja merupakan salah satu sebab pokok yang memungkinkan manusia memiliki harta kekayaan.
          Untuk memungkinkan manusia untuk mencari nafkah, Allah SWT melapangkan bumi serta menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencari rizki. Bisnis islami dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan hartanya (barang atau jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam caraperolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram).
Unsur-unsur Bisnis
       Dari pengertian bisnis dapat dipahami bahwa setiap organisasi bisnis baik besar maupun kecil, yang memproduksi barang maupun jasa akan melakukan fungsi dan aktifitas yang sama. Setidaknya terdapat enam aktifitas pokok yang dikerjakan oleh sebuah entitas bisnis, yaitu menciptakan atau memproduksi suatu barang atau jasa; memasarkan produk kepada konsumen; membuat dan mempertanggung jawabkan transaksi keuangan; merekrut, mempekerjakan, melatih dan mengevaluasi karyawan; memperoleh dan mengelola dana; dan memproses informasi.
       Dari definisi diatas yang telah diuraikan di atas, terdapat ciri-ciri suatu kegiatan bisnis, yaitu:
·         Berbentuk organisasi.
·         Didalam aktivitasnya terdapat fungsi operasi, pemasaran, keuangan, dan
·         sumber daya manusia.
·         Menghasilkan barang atau jasa.
·         Melakukan transaksi dari barang atau jasa.
·         Terjadi pemindahan hak milik dan atau hak pakai.
·         Memperoleh laba atau menanggung kerugian.
·         Menghadapi resiko dan ketidakpastian.


     Dalam berbagai pendapat terdapat beberapa unsur dalam bisnis. Unsur-unsur dari pengertian bisnisberupa aktivitas sebagai berikut :
1.  Aktivitas yang diorganisir atau diatur.
     Artinya bisnis adalah perusahaan atau badan usaha yang diatur dengan manajemen, diorganisir dengan menggunakan struktur organisasi. Manjemen tersebut maksudnya bahwa pengelolaannya menerapkan fungsi-fungsi manajemen berupa planning, organizing, actuatimg, coordinating, leading, motivating, dan controling.
     Hal ini berarti, organisasi bisnis juga menjalankan fungsi-fungsi manajemen yang relatif lama, seperti: merencanakan tujuan bisnis dan apa yang ingin dicapai; memepekerjakan orang-orang untuk mengoperasikan bisnis; mengarahkan, mengkoordinasi, memotivasi, dan membimbing para karyawan untuk menjalankan bisnis, serta mengendalikan dan memantau kemajuan yang dicapai.
     Menggunakan struktur organisasi, bermakna: terdapat tingkatan manajemen dalam perusahaan; ada bagihan perusahaan berupa fungsional bisnis yaitu; fungsi produksi atau operasi, pemasaran, keuangan, serta pengelolaan SDM dan ada kumpulan perusahaan yang disebut industri.
     Industri memiliki pengertian berbagai macam, yaitu: suatu kumpulan perusahaan yang prosesnya sama, atau kumpulan yang inputnya sama, produknya dapat berbeda, atau kumpulan perusahaan yang prosesnya sama, produknya dapat berbeda, atau kumpulan perusahaan yang inputnya berbeda tetapi barang satu dengan yang lain saling menggantikan atau melengkapi. Pengertian industrti dapat mengacu salah satu dari definisi tersebut sehingga ada beberapa jenis industri.
2.    Menghasilkan barang atau jasa atau keduanya.
     Barang memiliki ciri yang berbeda dengan jasa. Barang adalah suatu produk yang berwujud secara fisik. Artinya ia dapat dilihat, diraba, dirasa, dan atau dicium. Barang yang dimaksud adalah suatu produk yang secara fisik memiliki wujud (dapat diindra). Barang memiliki ciri sebagai berikut:
1.      sifatnya berwujud, minimal kontak konsumen pada saat proses;
2.      dikirim oleh produsen;
3.      ada tenggang waktu dari produsen ke konsumen;
4.      cenderung kapital intensif;
5.       kualitas mudah diukur;
6.       konsumen memperoleh hak pakai dan hak milik.


      Adapun jasa merupakan aktifitas-aktifitas (termasuk gagasan) yang dinilai dapat memberi manfaaat kepada konsumen atau bisnis lainnya. Jasa yang dimaksud adalah aktifitas-aktifitas yang memberi manfaat kepada konsumen atau pelaku bisnis lainnya.
Jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Sifatnya tidak berwujud.
2.      Ekstensi atau kontak konsumen pada saat proses.
3.      Konsumen berpartisipasi penuh.
4.      Tidak ada tenggang waktu dari penyedia jasa ke konsumen.
5.      Cenderung labor intensif.
6.      Kualitas sulit diukur.
7.      Konsumen memperoleh hak pakai saja.
3.    Barang dan jasa yang dihasilkan dijual untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
                          Konsumen yang dimaksud dapat juga disebut customers (pelanggan), buyers (pembeli), dan market (pasar). Terdapat beberapa jenis konsumen, yaitu:
*      Konsumen akhir, yaitu konsumen yang membeli barang untuk dikonsumsi.
*      Konsumen industri, yaitu konsumen yang membeli barang untuk diproses menjadi barang lain atau diperdagangkan lagi.
            Perilaku tiap jenis konsumen tersebut berbeda-beda akan dipelajari dalam perilaku konsumen.
Kebutuhan konsumen dapat diketahui antara lain berasal dari pemikiran Abraham Maslow, bahwa kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan kedalam lima jenis yang bertingkat yaitu:
*      Kebutuhan fisik (tingkat I), yaitu makan, minum, perumahan, pakiaan, dan sejenisnya.
*      Kebutuhan rasa aman dan keamanan (tingkat II), yaitu kebutuhan untuk perlindungan seperti asuransi, alat keamanan kerjadalam berbagai lingkungan.
*      Kebutuhan social (tingkat III), yaitu kebutuhan untuk berteman, berkelompok, berorganisasi, dan sejenisnya.
*      Kebutuhan harga diri (timgkat IV), yaitu kebutuhan barang prestise, kebutuhan akan kedudukan, status yang tinggi , dan sejenisnya.
*      Kebutuhan aktualisasi diri (tingkat V), yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri, pengakuan diri atau diakui, pelatihan, dan sejenisnya.
Dari berbagai kebutuhan tersebut akan dilayani dengan membuat dan menjual atau jasa untuk memenuhi dan memuaskan dalam berbagai tingkatan konsumen.

4.    Kepentingan Bisnis untuk Mendapatkan Laba.
Laba memiliki beberapa istilah antara lain profit, return, earning, income, gain, yang istilah itu diterapkan untuk kepentingan yang berbeda-beda. Laba merupakan selisih positif dari pendapatan dan biaya. Sehingga motif dalam melakukan bisnis adalah untuk mencari laba dalam jangka panjang tetapi dalam praktek dimungkinkan akan menanggung kerugian, sehingga harus menanggung resiko rugi tersebut.
Pendapatan atau revenue adalah penjumlahan harga jual dikalikan dengan volume yang terjual dalam waktu tertentu. Biayanya atau cost adalah total pengeluaran untuk menghasilkan dan menjual barang atau jasa. Biaya ada yang bersifat tetap dan variabel.
*      Biaya tetap adalah, biaya yang tidak berubah walaupun aktivitas produksi atau penjualan berubah-ubah.
*      Biaya variabel adalah, biaya yang berubah sebanding dengan perubahan produksi atau penjualan.
Dalam melakukan bisnis dimungkinkan tidak selalu memperoleh laba, sehingga harus menanggung rugi atau loss akibat dari pendapatan lebih kecil dari biaya. Hal ini merupakan resiko dari suatu kegiatan bisnis. Laba atau rugi dapat ditentukan dalam kurun waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan, triwulan, semester, atau tahunan, tetapi yang paling banyak dipergunakan adalah kurun waktu tahunan (anual).
Bisnis dapat dijalankan hanya satu peusahaan saja, tetapi dapat juga memiliki perusahaan yang disebut korporat, dan dari beberapa perusahaan yang sama dapat membentuk industry. Aktivitas bisnis dalam satu perusahaan dapat terdiri dari divisi-divisi atau bagian fungsional seperti divisi operasi (produksi), pemasaran, keuangan, pengelolaan SDM, akuntansi, dan informasi.
A.    Orientasi Bisnis.
Bisnis adalah suatu organisasi yang mempunyai tujuan mencari laba jangka panjang, mempertahankan dan mengembangkan kehidupan organisasi, memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat serta memberi bantuan sebagai tanggung jawab sosial bisnis. Tujuan tersebut untuk tetap menjaga agar bisnis berjalan terus jangka panjang (sustainable). Dalam kenyataan tidak selalu mendapatkan sebagaimana yang kita inginkan sehingga kehidupan organisasi bisnis mengalami fluktuasi.
Bisnis memiliki orientasi untuk menjalankan dan mengembangkan aktivitasnya. Orientasi dalam aktivitas bisnis mengalami perkembangan, tetapi ada juga yang statis. Perkembangan orientasi bisnis bertahap sebagai berikut:
*      Tahap pertama, orientasi produk artinya produk dibuat sesuai kemampuan produsen semaksimal mungkin yang dapat dilakukan dengan menghasilkan produk sebaik-baiknya kemudian barang atau jasa dijual kepada konsumen.
*      Tahap kedua, orientasi produksi artinya produk dibuat berdasarkan ide produsen dan diupayakan diproses dengan biaya yang minimal agar dapat dijual dengan harga murah.
*      Tahap ketiga, orientasi penjualan artinya produk dibuat berdasarkan ide produsen dan dijual dengan didukung kegiatan promosi secara besar-besaran.
*      Tahap keempat, orientasi konsumen atau pasar artinya produk dibuat berdasarkan ide yang datang dari pasar atau konsumen kemudian dijual kepasar atau konsumen jauga sehingga sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
*      Tahap kelima, orientasi pasar dan lingkungan artinya produk dibuat berdasarkan ide yang datang dari konsumen atau pasar kemudian ke konsumen dan dalam rangkaian operasinya bisnis tidak merusak lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan diluar organisasi bisnis terutama lingkungan alam.
Sebagian besar organisasi bisnis orientasinya cenderung berorientasi pasar dan sebagian berorientasi pasar dan lingkungan. Sedangkan bisnis yang menengah dan kecil sangan bervariasi dan bahkan masih ada yang berorientasi produk. Akibat berbagai orientaasi yang diterapkan maka muncul kondisi persaingan yang juga bermacam-macam sehingga sering menjadi tidak seimbang.
Bisnis beroperasi mencari input, memproses menjadai output berupa barang atau jasa kemudian dijual kepada konsumen untuk mendapatkan laba dan dilakukan secara terus menerus. Input produksi atau yang juga disebut sebagai faktor-faktor produksi terdapat berbagai macam.
Secara umum terdapat empat jenis input yang selalu digunakan oleh seluruh pelaku bisnis, yakni: SDM yang berperan sebagai operator dan pengendali organisasi binis; SDA, termasuk tanah dan segala yang dihasilkannya berupa bahan baku; modal, meliputi keseluruhan alat dan perlengkapan, mesin serta bangunan dan yang dipakai untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa; enterpreneursip, yang mecakup aspek keterampilan dan keberanian untuk menkombinasikan ketiga faktor produksi diatas untuk mewujudkan suatu bisnis dalam menghasilkan barang dan jasa.
Sejalan dengan kaidah ushul bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’ wajib, haram, sunnah, makruh, dan mubah, maka pelaksanaan bisnis harus tetap berpegang pada ketentuan syaria’t. Syari’at merupakan nilai utama yang menjadi paling strategismaupun taktis organisasi bisnis. Dengan kendali syari’at, bisnis bertujuan untuk mencapai 4 hal utama, yakni:
1.      Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri
Tujuan perusahaan harus tidak hanya mencari profit berupa materi setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan dan manfaat) non materi kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya kesejahteraan dan kepedulian sosial.
Benefit yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada materi saja. Masih ada 3 orientasi lainnya, yakni kemanusiaan, akhlak milia, dan bernilai ibadah.
Dengan orientasi kepada unsur kemanusiaan, berarti pengelola perusahaan dapat memberikan manfaat yang bersifat kemanusiaan melalui kesempatan kerja, bantuan sosial (sedekah) dan bantuan lainnya. Orientasi budi pekerti mengandung pengertian bahwa nilai-nilai akhlakul karimah menjadi suatu yang harusnya muncul dalam setiap aktivitas pengelolaan perusahaan, sehingga dadlam perusahaan tercipta hubungan persaudaraan yang islami bukan sekedar hubungan fungsional atau professional.
Disamping itu, orientasi rohani berarti segala perbuatan dalam aktivitas bisnis tersebut dimaksudkan untuk pendekatan diri kepada Allah semata. Dalam setiap amalnya, seorang muslim selain harus berusaha meraih orientasi yang dituju, upaya yang dilakukan itu juga haruslah sesuai dengan aturan islami. Sehingga ketika melakukan sesuatu aktivitas harus disertai dengan kesadaran hubungannya dengan Allah.
Jadi, amal perbuatan lainnya bersifat materi, sedangkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah ketika melakukan setiap perbuatan dinamakan ruh. Inilah yang dimaksud dengan menyatukan antara materi dan ruh. Inilah juga yang dimaksudkan bahwa setiap perbuatan muslim adalah ibadah.
2.      Pertumbuhan artinya terus meningkat.
Jika profit dan benefit telah diraih sesuai target, perusahaan akan mengupayakan pertumbuhan atau kenaikan terus menerus setiap profit dan benifitnya itu. Hasil yang akan diperoleh perusahaan akan terus diupayakan agar tumbuh meningkat setiap tahunnya. Upaya penumbuhan ini tentu dijalankan dalam koridor syariat. Misalnya, dalam meningkatkan jumlah produksi seiring dengan perluasan pasar, peningkatan inovasi sehingga bisa menghasilkan produk baru dan sebagainya.
3.       Keberlangsungan dalam waktu selama mungkin.
Belum sempurna orientasi manajemen suatu perusahaan bila hanya berhenti pada pencapaian target hasil dan pertumbuhan. Oleh karena itu, perlu diupayakan terus agar pertumbuhan target hasil yang telah diraih dapat dijaga keberlangsungannya dalam kurun waktu yang selama mungkin. Sebagaimana upaya pertumbuhan, setiap upaya untuk menjaga keberlangsungan tersebut dalam koridor syari’at.
4.      Keberkahan atau keridhaan Allah.
Faktor keberkahan atau orientasi unatuk menanggapi ridha Allah merupakan puncak kejayaan hidup manusia muslim. Bila hal ini tercapai, menandakan terpenuhnya 2 syarat diterimanya amal manusia, yakni adanya elemen niat ikhlas dan cara yang sesuai dengan tuntunan syari’at. Karenanya pengelola bisnis perlu mematok orientasi keberkahan yang dimaksud agar pencapaian segala orientasi diatas senantiasa berada didalam koridor syari’at untuk meraih keridhaan Allah.  

  RENCANA BISNIS
Rencana bisnis meliputi:
1.      Deskripsi usulan bisnis.
Menjelaskan mengenai produk atau jasa yang diberikan oleh bisnis yang diusulkan.
2.      Rencana lingkungan bisnis.
·           Lingkungan ekonomi, menjelaskan kondisi ekonomi yang berlangsung dan terbentangnya resiko maupun manfaat yang dihadapi perusahaan terhadap kondisi tersebut.
·           Lingkungan industri, menjelaskan pertanyaan dalam industri dan permintaan secara umum atas produk tersebut dalam industri.
·           Lingkungan global, menjelaskan kondisi global yang berlangsung yang terkait dengan bisnis tersebut, seperti pasar asing atau luar negeri dimana mungkin produk bisnis tersebut dapat dijual dikemudian hari atau mungkin mendapatkan barang pasokan.
3.      Rencana manajemen.
·           Struktur organisasi, menjelaskan mengenai struktur organisasi yang menggambarkan hubungan antara posisi karyawan. Struktur ini juga harus memberikan identifikasi tanggung jawab setiap posisi dalam mengatur posisi yang lain dan menjelaskan tugas spesifik dan gaji para manajer dan karyawan lain.
·           Proses produksi, menjelaskan mengenai proses produksi termasuk lokasi, desain dan tata letak dari fasilitas yang diperlukan untuk menciptakan produk rancangan juga menjelaskan mengenai rencana jumlah produksi perbulan atau pertahun.
·           Mengelola karyawan, menjelaskan mengenai lingkungan kerja yang digunakan untuk memotivasi karyawan dan rencana pelatihan evaluasi dan pemberian kompensasi.
4.      Rencana pemasaran.
·           Target pasar, mejelaskan mengenai profit (misal: umur dan tingkat penghasilan) pelanggan yang akan membeli produk, karena mereka membentuk target pasar.
·           Karakteristik produk, menjelaskan ciri khas dari produk itu sendiri.
·           Penentuan harga, menjelaskan bagaimana produk akan diberi harga produk pesaing.
·           Distribusi, menjelaskan bagaimana produk akan didistribusikan kepada pelanggan.
·           Promosi, menjelasakan bagaimana produk akan dipromosikan kepada pelanggan yang potensial.
5.      Rencana keuangan.
·         Kelayakan bisnis, memperkirakan mengenai penghasilan, pengeluaran dan keuntungan dari bisnis yang diusulkan untuk lima tahun yang akan datang. Harus diperhatikan bahwa estimasi penghasilan, pengeluaran, dan keuntungan yang diusulkan mungkin berubah dengan berbagai kemungkinan kondisi ekonomi dan industri.
·         Dana yang diperlukan, memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk mendirikan bisnis dan mendukung operasionalnya selama lima tahun.

Share this article :
 
 
Copyright © 2011. Konsei Campur - All Rights Reserved
its for ALL PeopLe
Template Edited by Ariphiin Proudly powered by Blogger